Program Sekolah Rakyat, sebagai wujud dari Asta Cita nomor empat yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto, telah dimulai pada tahun ajaran 2025/2026. Tujuan dari program ini adalah untuk mengakhiri kemiskinan melalui pendidikan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Dalam upayanya, Sekolah Rakyat menyediakan akses pendidikan gratis berbentuk berasrama khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Hal ini dikarenakan masih banyak keluarga dalam kategori miskin dan miskin ekstrem yang tidak memiliki akses terhadap pendidikan yang layak dan berkualitas dikarenakan hambatan ekonomi yang dihadapi.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 8,57%, di antaranya 3.170.003 jiwa termasuk dalam kategori miskin ekstrem. Kemiskinan menjadi tantangan besar dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 karena dampaknya terhadap pengembangan sumber daya manusia. Keterbatasan akses terhadap pendidikan yang berkualitas mempengaruhi literasi, keterampilan, dan peluang pekerjaan, serta pendapatan individu.
Demi mewujudkan kemajuan dalam bidang pendidikan, Presiden Prabowo Subianto memulai Program Sekolah Rakyat dengan harapan dapat mengangkat generasi muda Indonesia. Melalui konsep sekolah gratis berbentuk berasrama, program ini tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga membantu siswa menemukan potensi dan bakat mereka. Hal ini diharapkan dapat memberikan keterampilan hidup kepada para siswa agar siap memasuki dunia kerja atau membangun usaha, yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup keluarga dan komunitas mereka.
