Prabowo: Why Europe Needs Our Commodities and We Need Their Technology

by -81 Views

Prabowo Subianto, pengganti Presiden Joko Widodo, mengumumkan terobosan dalam pembicaraan perdagangan Indonesia yang berlangsung selama satu dekade dengan Uni Eropa, memastikan bahwa kedua belah pihak telah setuju untuk masuk ke dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), yang efektif sebagai perjanjian perdagangan bebas. “Saya berada di Brussels, dan di sana kami mencapai terobosan besar. Setelah 10 tahun negosiasi yang sengit, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya setuju untuk melangkah maju dengan apa yang disebut CEPA—Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif—yang pada dasarnya adalah Perjanjian Perdagangan Bebas,” ungkap Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma pada hari Rabu (16 Juli). Dalam perjanjian tersebut, barang-barang Indonesia akan dapat masuk ke pasar Eropa tanpa tarif. Menurut Prabowo, kesepakatan tersebut mencerminkan hubungan yang saling menguntungkan: sementara Eropa membutuhkan komoditas dan akses pasar Indonesia, Indonesia juga akan mendapatkan manfaat dari kemajuan Eropa dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan investasi modal. “Produk-produk kita akan masuk ke Eropa tanpa tarif. Ini adalah hubungan yang sangat simbiotik—mereka memiliki teknologi, ilmu pengetahuan, dan sumber daya keuangan yang sangat baik, sementara kita menawarkan mineral-mineral penting, komoditas, dan pasar yang beragam,” jelasnya. Selain menyelesaikan semua masalah yang tersisa dalam negosiasi CEPA yang telah terhenti selama satu dekade, Indonesia dan UE juga sepakat untuk sistem visa cascade—kebijakan yang bertujuan untuk mempermudah proses warga Indonesia memperoleh visa masuk multipel ke area Schengen.

Source link