Masalah Kinerja Mesin Tengah Toyota: Penyebab & Solusinya

by -122 Views

Toyota mengungkapkan model terbaru mereka, GR Yaris M, di Tokyo Auto Salon bulan Januari lalu. Mobil hot hatch ini memiliki mesin tengah, sebuah langkah yang cukup mengejutkan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Meskipun konsepnya didasarkan pada hatchback subkompak, versi produksi mobil dengan mesin di belakang jok akan memiliki desain yang berbeda. Spekulasi sebelumnya menunjukkan kemungkinan kebangkitan MR2, tetapi terbaru menunjukkan proyek tersebut mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diantisipasi.

Meski direncanakan untuk berkompetisi dalam Seri Super Taikyu Jepang, GR Yaris M mengalami penundaan. Toyota menghadapi tantangan unik terkait pengereman, kemudi, dan kinerja mobil yang dipasang di bagian tengah. Namun, perusahaan tetap optimis bahwa proyek ini akan berhasil setelah mengatasi berbagai kendala teknis.

Mesin terbaru yang digunakan dalam GR Yaris disebut “G20E” dan dilengkapi dengan turbocharger IHI. Mesin ini diharapkan mampu menghasilkan daya antara 400-450 tenaga kuda dalam versi standar, namun versi tanpa turbo diklaim bisa mencapai 600 hp. Mesin 2.0 liter empat silinder ini juga sedang diuji untuk aplikasi pada berbagai jenis kendaraan, baik bermesin depan maupun tengah.

Selain itu, Toyota memberikan petunjuk tentang kemungkinan penghapusan model Celica dan perpanjangan masa hidup Supra dengan penerus yang tidak akan berkaitan dengan BMW. Pertanyaan juga muncul apakah mesin G20E akan digunakan pada mobil-mobil tersebut serta apakah akan menggantikan mesin G16E tiga silinder yang lebih kecil. Perkembangan ini juga memicu spekulasi tentang mobil balap GR GT3 yang mungkin memiliki rekan baru dari Lexus dengan mesin V8, kendaraan tersebut bahkan sudah tampil di acara Goodwood Festival of Speed.

Source link