Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), berbagi wawasan kunci dengan pemimpin daerah untuk menyelaraskan pemahaman tentang program unggulan Presiden Prabowo Subianto selama acara di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Hadir pula Muhamad Isra Ramli, Deputi I untuk Bahan Komunikasi dan Informasi di KPC, Tigor Pangaribuan, Deputi untuk Sistem dan Tata Pemerintahan di Badan Gizi Nasional (BGN), serta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Acara bertajuk “Bukti Nyata Program Presiden Prabowo Subianto” diorganisir oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial untuk Cinta Tanah Air).
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pemimpin daerah seperti Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Dalam sambutannya, Hasan menekankan pentingnya keselarasan antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan implementasi lancar dari program-program prioritas nasional.
Hasan juga mengemukakan bahwa agenda kebijakan Presiden Prabowo didasarkan pada perencanaan jangka panjang yang telah diuraikan dalam buku yang ditulis Prabowo lebih dari satu dekade yang lalu. Salah satu inisiatif unggulan adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut Hasan merupakan hasil visi matang dan jangka panjang. Dia mengajak semua pihak untuk turut serta dalam percepatan program tersebut.
Pemerintah pusat menyediakan regulasi dan pendanaan, sementara pemerintah daerah membangun dapur untuk program MBG. Sektor swasta juga dipersilakan untuk berpartisipasi. Forum ini menjadi platform bagi pemimpin daerah untuk memberikan umpan balik langsung kepada perwakilan BGN mengenai program MBG. Kolaborasi dan komunikasi langsung dinilai sangat penting oleh Hasan untuk mencapai terobosan di lapangan.
Hasan juga mengingatkan peserta tentang pentingnya menjaga kualitas dapur SPPG dengan menyajikan hidangan yang memenuhi kebutuhan kalori harian dan rasanya enak. Tujuan dari program MBG tidak akan tercapai jika makanan tidak enak dan terbuang, oleh karena itu umpan balik adalah hal yang diterima dengan baik.
