18,000 Cadres Ready to Lead Free Nutritious Meal Distribution

by -183 Views

Sebanyak 18.000 Konselor Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) siap menjadi ujung tombak program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak prasekolah, terutama yang berusia di bawah dua tahun. Demo ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Pembangunan Keluarga dan Kependudukan (Kemendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam forum diskusi “Double Check” yang diselenggarakan oleh Kantor Komunikasi Presiden (PCO) bekerja sama dengan Gempita, di Jakarta, pada Jumat (9 Agustus). Diskusi, dengan tema “Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyambut Indonesia Emas 2045”, turut menampilkan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta Staf Senior Ahli PCO Chacha Anisa. Menurut Isyana, pemerintah telah mengambil banyak langkah konkret untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045, salah satunya adalah program MBG. “MBG tidak hanya ditujukan untuk anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia prasekolah. Kelompok-kelompok ini tidak tercakup oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” jelas Isyana. Di sinilah Kemendukbangga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Meskipun program ini di bawah BGN, Kemendukbangga menugaskan kader-kader terlatihnya untuk melaksanakannya di lapangan. Selain kader PKB dan PLKB, Kemendukbangga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri untuk membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang terdiri dari tenaga kesehatan (seperti bidan atau perawat), kader Gerakan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan relawan keluarga berencana. Tim ini berjumlah sekitar 600.000 anggota di seluruh Indonesia. “Mereka merupakan pekerja lapangan yang mendistribusikan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, terutama yang berusia di bawah dua tahun,” ujar Isyana. Dia menekankan pentingnya gizi bagi ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak kecil. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagaimana tercantum dalam tujuan Asta Cita keempat pemerintah, harus dimulai dari unit terkecil—keluarga—dan sesegera mungkin, katanya. “Kebiasaan dibangun dalam keluarga, meskipun setiap keluarga memiliki dinamika yang berbeda,” tambahnya. Isyana juga menekankan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode penting untuk mencegah stunting—dan periode ini dimulai bukan saat lahir, tetapi selama kehamilan.

Source link