Sektor otomotif di Amerika Serikat juga mengalami kegilaan dengan banyak merek mobil yang melayani pasar yang terbatas, serupa dengan kondisi di Cina. Sebelum Tesla merajai pasar, banyak perusahaan lain seperti Coda, SF Motors, dan Fisker mencoba untuk menciptakan mobil listrik revolusioner. Salah satunya adalah Byton, perusahaan rintisan dari Silicon Valley yang memiliki rencana untuk meluncurkan dua model mobil listrik, M-Byte dan K-Byte.
Meskipun berbasis di Amerika, Byton merupakan perusahaan asal Cina dengan kantor pusat di AS. Mereka berusaha untuk merambah pasar mobil listrik dengan visi yang ambisius. Sayangnya, kekurangan modal dan masalah keuangan membuat Byton bangkrut sebelum dapat memproduksi mobil mereka secara massal. Meski begitu, prototipe sedan K-Byte masih tersisa di Bay Area, meskipun dalam kondisi yang memprihatinkan.
Meskipun terhenti di tengah jalan, Byton memiliki beberapa inovasi menarik seperti layar lebar dalam mobil dan layar di setir. Namun, nasib Byton mengundang spekulasi tentang bagaimana dunia otomotif akan berubah jika mereka berhasil. Akankah mobil listrik Buatan Cina menjadi umum di AS? Apakah Tesla akan tetap mendominasi pasar seperti sekarang? Banyak pertanyaan yang terbuka tanpa jawaban pasti. Meski begitu, kehadiran Byton dalam sejarah otomotif listrik tidak akan terlupakan, mengingat upaya dan kontribusinya dalam mengilhami perkembangan mobil listrik.




