Pada beberapa tahun terakhir, Mercedes telah mengevaluasi rencana mereka untuk masuk ke pasar kendaraan listrik di Eropa. Meskipun pada tahun 2021 mereka berencana berhenti menjual mobil dengan mesin pembakaran internal jika kondisi pasar memungkinkan, rencana mereka telah berubah drastis. Dalam sebuah wawancara dengan Handelsblatt, Ola Källenius, CEO Mercedes dan presiden ACEA, mengingatkan bahwa jika larangan penjualan mobil bermesin pembakaran internal baru tetap ada hingga tahun 2035, industri otomotif Eropa dapat mengalami dampak yang signifikan. Saat ini, pangsa pasar mobil listrik belum mencapai target 100 persen yang diinginkan oleh Uni Eropa. Dari total penjualan mobil di Uni Eropa dan negara EFTA, mobil listrik hanya menyumbang 17,5%, sementara mobil hibrida plug-in hanya 8,7%. Samasama, Mercedes juga mengalami penurunan penjualan mobil listrik, yang menyumbang 8,4% dari total pengiriman global mereka pada paruh pertama tahun 2025. Meskipun belum ada putusan resmi tentang larangan Uni Eropa pada tahun 2035, ada kemungkinan bahwa aturan dapat direvisi lebih awal. Mercedes berharap agar hibrida plug-in, dan mungkin hibrida penuh, tetap diizinkan setelah tahun 2034.SEMUAIni menunjukkan ketidakpastian dan tantangan yang dihadapi industri mobil Eropa dalam menghadapi peraturan emisi baru yang ketat dan peralihan ke kendaraan listrik.
Mengapa CEO Mercedes Cemas akan Runtuhan Industri Mobil Eropa




