Alasan Prabowo Hapus Tantiem BUMN: Strategi Akal-Akalan?

by -140 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjelaskan alasan di balik keputusan pemerintahannya untuk menghapus kebijakan tantiem di BUMN yang merugi dan memotong jumlah komisaris BUMN. Prabowo menemukan fakta yang tidak masuk akal terkait pembagian tantiem kepada direksi dan komisaris BUMN. Dia menegaskan bahwa kebijakan tantiem sebelumnya hanya merupakan upaya untuk mengelabui, dan tidak masuk akal. Prabowo juga mencatat kasus di mana komisaris BUMN bisa mendapatkan tantiem hingga Rp 40 miliar meskipun hanya menghadiri rapat sebulan sekali. Prabowo menekankan bahwa direksi dan komisaris BUMN tidak akan mendapatkan tantiem jika perusahaan merugi, dan bahwa keuntungan harus benar-benar nyata. Selain itu, Prabowo juga mencatat adanya BUMN dengan jajaran komisaris yang terlalu banyak meskipun merugi, dan menginstruksikan untuk memotong jumlah komisaris sampai enam orang. Prabowo menekankan pentingnya menjaga setiap rupiah uang rakyat dengan belanja yang berkualitas dan efisien. Dia menekankan bahwa belanja negara harus memberi manfaat yang nyata, seperti menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli, dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Source link