Volvo menghadapi beberapa tantangan dalam upayanya untuk beralih ke mobil listrik secara global. Meskipun perusahaan telah berinvestasi besar dalam transisi ini, mereka masih dihadapkan pada beberapa hambatan besar. Terutama, penjualan mobil listrik tidak bertumbuh secepat yang diharapkan, sementara mobil listrik Volvo sendiri mengalami penundaan dan masalah kualitas yang signifikan. Selain itu, perang dagang global juga memberikan dampak buruk pada Volvo, terutama karena produksi mobil ini banyak dilakukan di Cina.
Dalam upaya untuk memperbaiki keadaan, Volvo telah mengungkapkan model terbaru mereka, yakni EX60. SUV all-electric ini diharapkan menjadi titik balik bagi Volvo dalam menciptakan mobil listrik yang matang dan menarik. EX60 didesain sebagai crossover seukuran XC60 dengan kapasitas lima penumpang. Meskipun detail resmi mobil ini masih sedikit, dijanjikan bahwa EX60 akan memiliki jarak tempuh terpanjang di antara mobil listrik Volvo lainnya.
Namun, ada beberapa kekhawatiran terkait dengan produksi dan harga mobil listrik Volvo. Meskipun konsumen kelas menengah tampaknya puas dengan model sebelumnya, potensi kenaikan harga dan tarif impor bisa memengaruhi daya saing harga mobil listrik Volvo di pasaran. Untuk kesuksesan Volvo di pasar mobil listrik, mereka perlu memastikan harga yang bersaing, isi fitur, kehandalan, dan kematangan perangkat lunak. Tantangan besar ini akan menentukan arah Volvo dalam menghadapi pasar mobil listrik di masa depan.




