Xpeng, produsen mobil listrik asal Cina, telah resmi memulai produksi kendaraan listrik di Eropa melalui kemitraan dengan Magna Steyr, produsen kontrak terkemuka asal Austria. Langkah ini mengalahkan saingan utamanya, BYD, dalam merintis produksi lokal mobil listrik di Eropa. Dengan memilih pendekatan yang aman dan cepat, Xpeng berhasil menghindari tarif impor mobil listrik Cina yang diberlakukan tahun lalu. Produksi pertama crossover listrik G6 dan G9 telah diluncurkan di fasilitas Magna Steyr di Graz, Austria, yang juga merakit beberapa mobil terkemuka lainnya seperti Mercedes-Benz G-Class dan BMW Z4.
Xpeng, yang didirikan pada tahun 2014, telah berhasil mencuri perhatian publik dengan mobil-mobil terjangkau dan desain yang menarik, mencatat penjualan hampir 200.000 unit tahun lalu. Dengan ekspansi ke lebih dari 46 negara dan wilayah di seluruh dunia, Xpeng kini fokus pada pasar Eropa. Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, Xpeng melaporkan peningkatan ekspor sebesar 217% dari tahun sebelumnya, khususnya di Norwegia dan Eropa. Lebih dari dua pertiga penjualan di wilayah Eropa berasal dari model G6, yang menampilkan baterai 800 volt yang dapat mengisi daya hingga 451 kilowatt dalam waktu 10 menit.
Dengan ambisi besar dalam pengembangan mobil listrik, pesawat listrik, robot, dan kecerdasan buatan menjadi bagian dari rencana masa depan Xpeng. Produksi crossover listrik G6 dan G9 di Eropa diharapkan berjalan lancar, dengan rencana ekspansi produksi lokal ke model lain di masa depan. Meskipun masih muda di industri otomotif global, Xpeng telah membuktikan diri sebagai pemain yang patut diperhitungkan dengan strategi ekspansi globalnya yang agresif.




