Bentley telah mengumumkan rencana untuk mengadopsi mobil listrik, menjadi salah satu produsen mobil pertama yang melakukannya. Dalam waktu lima tahun terakhir, Crewe berkomitmen untuk menghilangkan mobil bermesin pembakaran pada akhir dekade ini. Namun, rencana untuk meluncurkan mobil listrik telah ditunda beberapa kali, dengan target terbaru bertepatan dengan tahun 2035. Hal ini disebabkan oleh penurunan permintaan untuk mobil listrik mewah, yang membuat Bentley dan merek lainnya seperti Porsche dan Audi terus menggunakan mesin pembakaran lebih lama dari yang direncanakan.
Kendati begitu, Bentley tetap mempertahankan portofolio kendaraan mewahnya yang menggunakan bahan bakar gas, sambil juga menyiapkan mobil listrik dan hibrida plug-in untuk masa depan. Meskipun model listrik pertama Bentley semula dijadwalkan untuk tahun 2025, namun telah mengalami penundaan satu tahun karena kondisi pasar yang tidak mendukung. Lamborghini, merek lain dari Grup Volkswagen, juga mengalami penundaan serupa dalam merilis mobi listrik pertamanya.
Keterlambatan ini mencerminkan bagaimana pasar mobil telah berubah dari apa yang diperkirakan oleh merek mewah pada awal dekade ini. Sementara Uni Eropa berencana untuk melarang penjualan mobil bermesin pembakaran baru mulai tahun 2035, produsen mobil dihadapkan pada tantangan untuk beradaptasi dengan perubahan regulasi. Meskipun begitu, masih ada harapan bahwa hibrida plug-in akan tetap legal setelah tanggal batas waktu yang ditetapkan saat ini.





