Warganet Kaitkan Sawit Ilegal dengan Banjir Sumatera

by -27 Views

Sejumlah wilayah di Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, tengah mengalami musibah banjir dan longsor dengan dampak yang parah. Puluhan korban meninggal dunia, dan banyak akses jalan serta saluran komunikasi yang lumpuh total akibat bencana ini. Pemerintah Provinsi Aceh telah mengumumkan darurat bencana selama 14 hari untuk mempercepat penanganan, terhitung dari 28 November hingga 11 Desember 2025.

Namun di dunia maya, perhatian publik justru tertuju pada isu lain, yakni dugaan keterkaitan antara bencana ekologis yang terjadi dengan jejak kebijakan pejabat tinggi, khususnya Zulkifli Hasan yang kini menjabat Menko Pangan. Banyak unggahan media sosial memicu perbincangan tentang peran Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, dalam kerusakan hutan di Sumatera.

Salah satu suara kritis yang mencuat berasal dari Balqis Humaira melalui akun Instagram-mya. Ia dengan gamblang menyebut nama Zulkifli Hasan, menyalahkan kebijakan lama terkait izin dan regulasi yang diterbitkan pemerintah, sehingga berdampak pada banjir dan longsor hari ini. Balqis menilai, “Banjir di kampung sendiri, longsor yang menelan banyak rumah, itu semua hasil keputusan pejabat soal izin pembukaan lahan.” Dalam unggahan tersebut, ia secara tidak langsung menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi bermula dari lemahnya pengawasan dan kebijakan saat Zulhas masih menjabat Menteri Kehutanan.

Isu keterlibatan Zulhas dalam kasus deforestasi bukan baru sekarang diperbincangkan. Semasa menjadi Menteri Kehutanan periode 2009-2014, nama Zulkifli Hasan beberapa kali disorot oleh para aktivis lingkungan. Salah satu kasus yang sering disebut adalah Taman Nasional Tesso Nilo di Riau, yang dilaporkan telah berubah jadi hamparan kebun sawit ilegal akibat pembukaan lahan secara masif.

Pada narasi yang sama, Balqis mengulas bahwa kawasan konservasi Tesso Nilo dulu luasnya mencapai sekitar 83 ribu hektare, tetapi kini hutan tersebut tinggal kenangan. “Sawit-sawit ilegal masuk tanpa kendali, perambahan tak lagi terbendung.” tambahnya. Ini mempertegas anggapan bahwa hilangnya fungsi ekologis hutan menyebabkan Sumatera semakin rentan terhadap bencana banjir dan tanah longsor.

Selain itu, waga jagat maya kembali menggulirkan video dokumenter tahun 2013 yang menampilkan Harrison Ford, aktor kenamaan Amerika Serikat, saat mewawancarai Zulkifli Hasan terkait kerusakan hutan di Indonesia. Dalam video itu, Ford dengan tegas mengkritik pemerintah Indonesia yang ia nilai gagal menghentikan deforestasi, terutama di kawasan Tesso Nilo. Video lama tersebut kini kembali viral seiring maraknya bencana yang melanda Sumatera.

Akun @voxnetizens menulis, “Musibah ini bukan hanya karena alam, tapi juga akibat kebijakan manusia. Perusahaan sawit semakin kaya, kawasan hutan diubah jadi perkebunan atas nama legalitas.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa bencana ini diasosiasikan dengan keputusan manusia yang dinilai abai terhadap kelestarian lingkungan.

Dari rangkaian peristiwa dan komentar netizen tersebut, nampak jelas bahwa bencana yang melanda Sumatera bukan hanya dianggap sebagai fenomena alam biasa. Publik juga menyoroti akar masalah berupa kebijakan masa lalu yang dinilai ikut mendukung kerusakan lingkungan hingga akhirnya membawa derita bagi masyarakat.

Sumber: Zulkifli Hasan Disorot Soal Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Teguran Harrison Ford Soal Kerusakan Hutan
Sumber: Zulkifli Hasan Dituding Jadi Penyebab Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Momen Zulhas Diomeli Harrison Ford Soal Rusaknya Hutan