Stop Normalisasi KDRT di Film Suamiku, Lukaku: Perayaan HUT Komunitas Perempuan

by -61 Views

Dalam perayaan ulang tahun ke-11 Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) di SCTV Tower, Jakarta, pada Sabtu, 13 Desember 2025, dianggap sebagai ruang untuk merefleksikan dan mengatasi isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Acara ini melibatkan beberapa mitra komunitas dan lembaga seperti SinemArt, Tarantella Pictures, The Big Pictures, Women’s Crisis Center (WCC) Puantara, dan Persatuan Wanita Jambi (Perwaja) untuk menciptakan kesadaran atas masalah KDRT. Salah satu sorotan acara adalah pemutaran trailer dan preview perdana film “Suamiku, Lukaku” yang memicu diskusi tentang “Stop Normalisasi KDRT – Cerita Pembuatan Film Suamiku, Lukaku.” Produser dan sutradara Sharad Sharan menekankan bahwa film ini tidak hanya bermuatan edukasi namun juga telah lolos sensor tanpa pemotongan karena tidak menggambarkan kekerasan atau seksualitas, melainkan realitas masyarakat sekitar. Anissa Putri Ayudya, sebagai intimacy coordinator film tersebut, turut membagikan pentingnya menjaga kenyamanan dan batasan dalam adegan intimasi untuk mencegah kekerasan. Direktur WCC Puantara, Siti Husna Lebby Amin menegaskan bahwa pencegahan dan edukasi perlu ditingkatkan untuk mengubah persepsi bahwa KDRT masih wajar di masyarakat. Diharapkan film “Suamiku, Lukaku” mampu membuka mata masyarakat terhadap berbagai bentuk KDRT, dan perayaan HUT KPB juga mencakup sesi edukasi budaya seperti mempelajari tengkuluk khas Jambi. KPB juga memberikan apresiasi kepada mitra komunitas yang telah mendukung mereka selama 11 tahun. Dengan pendekatan inklusif dan kolaboratif, KPB ingin menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang aman dan memberdayakan perempuan melalui seni dan budaya untuk menyuarakan isu-isu penting, termasuk KDRT.

Source link