Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Wana Wisata Boonpring Sanankerto, Turen, Malang, menandai bahwa acara tersebut tidak hanya berpusat pada seminar formal, tetapi juga menekankan pentingnya kearifan lokal, seni tradisional, dan kebersamaan dalam menyuarakan pesan kemanusiaan. Kolaborasi antara Warga Peduli AIDS (WPA) Turen dan Pusat Studi HIV AIDS Universitas Kepanjen memberikan refleksi pada tema Hari AIDS Sedunia 2025, yaitu “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”. Komitmen bersama dalam penanggulangan HIV/AIDS juga harus mencakup aspek sosial dan budaya masyarakat, bukan hanya sebatas layanan medis semata. Peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga komunitas transgender, turut serta dalam kegiatan lomba poster, ajang pencarian bakat, dan fashion show sebagai bagian dari perayaan. Puncak acara ditandai dengan pementasan ludruk “Cahya Wijaya” yang memberikan pesan edukasi tentang HIV/AIDS dengan sentuhan humor. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Forkopimcam Turen, Turen Bersatu, Diamond Florist, serta pengelola Wisata Boonpring, menjadikan acara ini sukses terselenggara. Semoga upaya bersama ini dapat membangun kesadaran dan mengurangi stigma terhadap HIV/AIDS di masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari diskriminasi.
Hari AIDS Sedunia di Turen Malang: Seni dan Kearifan Lokal





