Peringatan Volkswagen: Risiko Kerusakan Pada Mobil Bensin Kecil

by -62 Views

Para produsen mobil dapat bernapas lega setelah Komisi Eropa mengusulkan untuk membatalkan larangan penjualan kendaraan baru dengan mesin pembakaran pada tahun 2035. Namun, perusahaan harus tetap memangkas emisi armada hingga 90 persen dibandingkan dengan tingkat emisi tahun 2021. Sebelum pertengahan dekade berikutnya, produsen harus memenuhi target CO₂ yang lebih ketat, yang mulai berlaku tahun ini dan semakin ketat mulai tahun 2030. Volkswagen telah memperingatkan bahwa mobil kecil bertenaga gas tidak memiliki masa depan di Eropa. CEO Volkswagen, Thomas Schäfer, menyatakan bahwa model seperti Polo akan beralih menggunakan tenaga listrik karena pengembangan mobil bertenaga pembakaran di segmen B akan terlalu mahal dan akan membuat harga mobil terlalu tinggi untuk bersaing. Akibatnya, mobil supermini akan kehilangan mesin pembakarannya dalam waktu dekat, meninggalkan ruang bagi mobil listrik dengan harga lebih terjangkau. Volkswagen juga merencanakan crossover listrik seukuran Polo, dilengkapi dengan platform MEB+ yang dikhususkan untuk kendaraan listrik. VW tetap akan mempertahankan model ICE yang ada saat ini, seperti Polo atau T-Cross, sambil menjalankan kendaraan bertenaga gas dan listrik secara paralel. Seperti yang terlihat dari penjualan VW, perusahaan tetap menjadi produsen mobil paling populer di Uni Eropa, dengan penjualan yang melampaui satu juta unit setelah sepuluh bulan pertama tahun 2025. Tren penjualan mobil listrik juga terus meningkat di Eropa, dengan pangsa pasar mobil listrik yang naik menjadi 16,4 persen dari 13,2 persen tahun sebelumnya. Kehadiran model listrik yang terjangkau dari VW diharapkan dapat mendorong lebih banyak konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik di masa depan.

Source link