Pemerintah mengimbau masyarakat Indonesia untuk merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan kesederhanaan dan menunjukkan empati kepada para korban bencana di Sumatera. Hal ini dilakukan untuk memastikan solidaritas nasional terjaga dan agar perayaan akhir tahun tidak bertabrakan dengan penderitaan yang masih dialami oleh warga di wilayah yang terdampak bencana. Beberapa pemerintah daerah di Sumatera telah memperpanjang status tanggap darurat bencana sampai akhir Desember 2025 karena masih banyak wilayah yang sulit dijangkau oleh logistik. Persiapan akhir tahun juga terpengaruh oleh kondisi ini, di mana berbagai pihak terus bekerja keras untuk memulihkan infrastruktur dan membantu warga terdampak. Pemulihan pasca-bencana ini membutuhkan perhatian penuh dari seluruh elemen masyarakat, sehingga momentum perayaan akhir tahun harus digunakan untuk menunjukkan kepedulian. Kepala daerah dan lembaga penegak hukum juga turut mengeluarkan imbauan untuk memperkuat semangat empati nasional.
Pemerintah Imbau Rayakan Natal dan Tahun Baru 2026 Lebih Sederhana
