Mesin rotari Wankel telah menjadi legenda dalam dunia otomotif, dikenal karena ukurannya yang ringkas, tenaganya yang besar, dan kinerja yang halus berkat rotor segitiga tunggal di jantungnya. Selama ini, Mazda telah menjadi pionir dalam penggunaan mesin rotari ini pada mobil-mobil seperti Cosmo, RX-7, dan mobil balap legendaris 787B mereka.
Tetapi kini, terobosan teknologi mesin rotari ini datang dari Cina, yang dikembangkan oleh perusahaan bernama Changan. Mesin ini dikenal dengan nama R05E, menjadi mesin rotari bertenaga tinggi pertama yang dikembangkan di wilayah tersebut. Proyek ini adalah hasil kerja sama antara Changan dengan perusahaan mobilitas AVL, dengan rencana produksi dimulai pada tahun 2027.
Mesin rotari baru ini, R05E, tidak dirancang untuk digunakan dalam mobil jalan raya, melainkan untuk aplikasi “ekonomi ketinggian rendah” seperti drone, eVTOL (pesawat lepas landas dan pendaratan vertikal elektrik), dan potensial mobil terbang di masa depan. Changan mempercayakan mesin rotari ini karena dianggap lebih halus, kecil, senyap, dan memiliki rasio power-to-weight yang lebih baik dibandingkan dengan powertrain lainnya.
Dengan kemampuan menghasilkan tenaga 71 tenaga kuda dan berputar hingga 6.500 rpm, mesin R05E dibangun dengan casing aluminium cor dan lapisan anti-gesekan komposit nanodiamond (NDC) untuk meningkatkan efisiensi. Mesin ini juga menggunakan rotor segitiga tunggal dengan ujung melengkung dan sistem penyeimbang untuk stabilitas selama operasi.
Changan memiliki kemitraan strategis dengan Mazda di Cina namun mereka tidak terlibat dalam pengembangan mesin rotari ini. Meskipun masih belum jelas apakah mesin rotari ini akan digunakan dalam mobil produksi, namun potensinya untuk aplikasi jarak jauh membuatnya menarik. Semoga teknologi dari mesin rotari baru ini bisa diaplikasikan pada produk-produk Mazda di masa depan.





