Tren baru “Penjara Lemak” sedang menjadi sorotan di China dengan tingginya kasus obesitas di kalangan warga negara tersebut. “Penjara Lemak” menjadi tempat tujuan bagi warga yang ingin menurunkan berat badan dengan disiplin yang ketat. Dengan membayar sekitar USD1.000 atau sekitar Rp16,6 juta, seseorang dapat menghabiskan satu bulan di kamp penurunan berat badan ini. Para influencer media sosial Tiongkok menyebut bahwa di sini mereka bisa menurunkan berat badan hingga 10 kg per minggu dengan menjalani program olahraga yang intensif.
Namun, cerita di balik kehidupan di “penjara lemak” ini tidak selalu menggembirakan, terutama dengan adanya kasus kematian tragis di beberapa pusat tersebut. Seorang influencer populer berusia 21 tahun dilaporkan meninggal setelah kehilangan 30 kg berat badan akibat program penurunan berat badan yang ekstrim. Sementara itu, influencer Australia dengan nama ‘eggeats’ di Instagram juga mendokumentasikan pengalamannya selama tinggal di kamp tersebut, membagikan video kepada ribuan pengikutnya.
Para tahanan di “penjara lemak” harus mengikuti aturan ketat, termasuk jadwal alarm pagi, sesi penimbangan berat badan, dan sesi olahraga yang terjadwal. Meskipun program tersebut menjanjikan penurunan berat badan yang signifikan, banyak perdebatan terkait dampak negatif dan risiko kesehatan yang mungkin timbul. Dengan kasus kematian tragis, muncul pertanyaan tentang keamanan dan keefektifan program penurunan berat badan ekstrim ini.





