Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah memulai program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagai upaya pencegahan terpadu untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang masih signifikan di wilayah tersebut. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa hingga 1 Desember 2025, terdapat 139.298 kasus DBD di Indonesia dengan 583 kasus kematian. Dalam konteks ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara telah meresmikan program vaksinasi DBD dengan menggunakan anggaran dari APBD Provinsi Kalimantan Utara.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Usman, SKM, M.Kes., menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengendalian DBD melalui berbagai upaya komprehensif. Langkah-langkah yang dilakukan termasuk penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk dengan gerakan 3M Plus, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya DBD. Program vaksinasi DBD dianggap sebagai strategi inovatif yang dapat melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, terutama untuk kelompok yang rentan terhadap penyakit ini.
Penyakit DBD tetap menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Kalimantan Utara, di mana pada tahun 2024 tercatat 735 kasus dengan CFR 1,09%. Daerah seperti Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian tertinggi akibat DBD, terutama pada kelompok usia 6-14 tahun. Adanya tren peningkatan kasus penularan pada kelompok usia ini menunjukkan pentingnya langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif, seperti program vaksinasi DBD yang sedang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.





