Chevrolet Equinox Plus Plug-In Hybrid dari China sebenarnya cocok untuk pasar Amerika Serikat karena memiliki bodi crossover praktis dan kemampuan untuk menempuh jarak lebih dari 600 mil berdasarkan siklus pengujian China. Namun, model ini tidak akan masuk ke pasar Amerika Serikat karena General Motors, perusahaan induknya, lebih fokus pada teknologi kendaraan listrik sepenuhnya. Meskipun mobil hybrid plug-in (PHEV) telah populer di Eropa dan China, di Amerika pengisian dayanya masih menjadi masalah utama.
Studi menunjukkan bahwa pemilik PHEV sering tidak mengisi daya mobil mereka secara teratur, menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih tinggi dari yang seharusnya dan emisi yang melebihi batas yang diharapkan. Beberapa pabrikan mobil, seperti Hyundai, Volvo, dan Mazda, masih menawarkan beberapa model PHEV sebagai solusi jangka pendek untuk elektrifikasi. Namun, tanpa regulasi yang lebih ketat atau insentif pajak untuk mobil listrik, perusahaan seperti Stellantis memilih untuk menghentikan produksi model PHEV mereka.
General Motors memiliki rencana untuk membawa lebih banyak model hybrid dan PHEV ke AS pada tahun 2027. Meskipun perusahaannya menghadapi kritik atas keputusan untuk melewati mobil hybrid dan langsung menuju mobil listrik, CEO Mary Barra tetap yakin bahwa keputusan tersebut tepat. Meskipun demikian, tantangan yang ada adalah bagaimana menciptakan kesadaran dan mendorong pengguna untuk secara konsisten mengisi daya mobil mereka.





