Tampak suasana saat cuaca mendung depan gedung RS Mitra Keluarga Waru, Kabupaten Sidoarjo. Perwakilan manajemen RS Mitra Keluarga Waru, Ita, tidak memberikan penjelasan mendetail terkait lonjakan tagihan perawatan pasien yang diprotes keluarga. Dalam konfirmasi dengan jurnalis Suara Indonesia, Ita justru berulang kali menegaskan bahwa persoalan tersebut telah “selesai” dengan pihak keluarga pasien dan meminta agar pemberitaan diturunkan. Sebelumnya, lonjakan tagihan perawatan di RS Mitra Keluarga Waru, Sidoarjo, menuai keberatan keluarga pasien.
Dalam waktu kurang dari satu hari, billing sementara yang semula disampaikan sebesar Rp160 juta dilaporkan meningkat menjadi Rp251 juta pada Senin (19/1/2026). Perubahan nilai tagihan dalam hitungan jam tersebut memicu pertanyaan terkait transparansi administrasi rumah sakit. Saat dimintai klarifikasi oleh redaksi mengenai dasar kenaikan tagihan tersebut, Ita tidak menjelaskan mekanisme administrasi maupun komponen biaya yang menyebabkan lonjakan. Ia justru mempertanyakan sumber informasi pemberitaan dan menilai informasi tersebut tidak lagi relevan.
Permintaan penurunan berita menjadi satu-satunya penegasan yang disampaikan secara konsisten, sementara pertanyaan mengenai transparansi billing dan mekanisme penagihan tidak dijawab. Heru Satriyo, suami pasien Dwi Yulis (45) mengaku melakukan dua kali pertemuan langsung dengan manajemen rumah sakit. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mengedepankan konsep kemitraan positif antara keluarga pasien dan RS Mitra Keluarga Waru. Kesepakatan itu menjadi dasar tercapainya perdamaian setelah sebelumnya muncul keberatan atas lonjakan billing perawatan.
Diberitakan sebelumnya perihal Lonjakan tagihan perawatan pasien di RS Mitra Keluarga Waru, Sidoarjo, menuai protes keras dari keluarga pasien. Protes itu disampaikan Heru Satriyo, suami pasien atas nama Dwi Yulis (45), yang menjalani perawatan dan tindakan operasi endoskopi saraf tulang belakang setelah hasil pemeriksaan MRI menunjukkan diagnosis Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Pihak manajemen RS Mitra Keluarga Waru tidak memberikan keterangan teknis atau administratif terkait lonjakan tagihan yang menjadi pokok persoalan.





