Sejak kepemimpinan Carlos Tavares di Stellantis, Dealer Council (NDC) di Amerika Serikat mulai merasakan dampak yang dirasa negatif. Meskipun sudah lebih dari setahun sejak Tavares meninggalkan jabatannya, pengaruhnya masih terasa di kalangan dealer AS. Sean Hogan, ketua NDC, secara terbuka mengkritik Tavares karena dianggap memiliki visi yang tidak tepat untuk merek Jeep, Ram, Dodge, dan Chrysler. Hogan menyatakan bahwa Tavares ingin mengubah merek-merek tersebut menjadi perusahaan transportasi yang membosankan, sementara merek-merek tersebut seharusnya tetap keren dan unik.
Namun, tampaknya suasana hati telah membaik sejak Antonio Filosa mengambil alih kepemimpinan di Stellantis. Tim manajemen baru dipuji karena dianggap memiliki pemahaman yang lebih baik tentang keberhasilan merek-merek tersebut. Hogan menyoroti kembalinya mesin Hemi dan investasi besar-besaran perusahaan di AS. Terdapat pula informasi mengenai produk-produk baru yang akan segera diluncurkan, termasuk Dodge Durango generasi berikutnya dan SUV Ram yang dikatakan akan sangat bertenaga dan seksi.
Meskipun demikian, Stellantis sedang mengevaluasi kelayakan dari semua 14 mereknya, dan beberapa merek Eropa mungkin dianggap rentan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah mempertahankan begitu banyak merek di bawah payung Stellantis masih masuk akal, mengingat risiko tumpang tindih produk. Meskipun penjualan Stellantis turun 3 persen menjadi 1.260.344 unit di AS, para dealer tetap optimis bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Filosa akan memberikan hasil positif di masa depan. Langkah-langkah yang diambil dan visi yang lebih jelas dari manajemen baru diharapkan dapat mengembalikan kejayaan merek-merek tersebut, terutama di pasar AS.





