Menjelang lebaran tahun 2026, permintaan songkok dari warga di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meningkat pesat. Salah satu tempat produksi songkok yang mengalami lonjakan pesanan adalah milik Manaf Abdi (67) di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Tuban. Songkok merek Adem Ayem buatannya bahkan laku keras hingga di luar daerah. Selama Ramadan tahun lalu, penjualan songkok cenderung rendah antara 5 hingga 10 kodi, namun pada awal Ramadan tahun ini, pesanan meningkat menjadi 15 kodi. Permintaan songkok berasal dari Tuban dan sekitarnya, termasuk dari pasar modern seperti Keraton, City Mall, dan Bravo II. Penjualan juga meningkat di kawasan wisata religi Makam Sunan Bonang serta dari luar kota seperti Brebes, Jogja, dan Kudus. Songkok hitam Adem Ayem masih menjadi yang paling diminati, meski songkok batik juga cukup laris. Harga songkok variasi, mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 75 ribu untuk yang standar, sedangkan yang berbahan batik lebih tinggi, bahkan bisa mencapai Rp 200 ribu tergantung jenis batiknya. Produksi songkok Adem Ayem ini telah berjalan sejak 2017, dengan beberapa tahapan produksi seperti jahitan dan packing dibantu oleh tiga orang.
Pengrajin Songkok Tuban Dibanjiri Pesanan Jelang Lebaran





