Jembatan Rusak di Sumberargo: Aksi Suara Lugu Lereng Argopuro

by -67 Views

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi jembatan yang rusak. Kepedulian dapat tumbuh dari mana saja, bahkan dari suara sederhana anak-anak. Hal itu tercermin dari aksi dua siswa sekolah dasar di Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, yakni Alif dan Siska, siswa kelas 4 dan 5 SD yang berhasil mengetuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi infrastruktur di wilayah terpencil, lewat media sosial atas rusaknya jembatan akibat banjir. Laporan tersebut tidak hanya menjadi viral, tetapi juga segera direspons langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dengan turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi jembatan yang rusak, pada Rabu (25/03/2026). Kehadirannya orang nomor satu di Situbondo ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas keberanian dan kepedulian kedua siswa tersebut. Di lokasi, Mas Rio menyampaikan rasa bangganya. Ia menilai tindakan Alif dan Siska mencerminkan kesadaran sosial yang patut diapresiasi, terlebih di usia mereka yang masih sangat muda. Kata Mas Rio, Desa Sumberargo sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah paling terpencil di Kecamatan Sumbermalang. Terletak di kawasan lereng Pegunungan Argopuro, desa ini memiliki akses yang terbatas dan berjarak cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten. Mas Rio mengungkapkan bahwa kunjungannya kali ini merupakan respons langsung atas laporan yang disampaikan kedua siswa tersebut. Ia bahkan menyebut dirinya “dipanggil” oleh kepedulian anak-anak tersebut. Menurutnya, alasan yang disampaikan Alif dan Siska saat ditanya mengenai keberanian mereka sangat sederhana, namun sarat makna: demi desa mereka. Jawaban itu, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa rasa memiliki terhadap lingkungan dapat tumbuh sejak dini dan menjadi kekuatan yang mendorong perubahan. Aksi keduanya juga berdampak luas. Sejumlah pejabat daerah, termasuk kepala dinas, camat, hingga aparat kepolisian, turut hadir meninjau kondisi di lokasi. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti bahwa suara masyarakat, sekecil apa pun, tetap memiliki arti penting. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyatakan akan segera melakukan kajian teknis untuk menentukan langkah penanganan jembatan yang rusak. Bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. “Kami akan melihat secara langsung apa yang bisa segera dibantu agar akses masyarakat kembali normal,” kata Mas Rio. Sementara itu, untuk menjaga mobilitas warga tetap berjalan, masyarakat setempat secara swadaya telah membangun jembatan darurat berbahan kayu. Jembatan tersebut kini menjadi satu-satunya akses sementara bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Peristiwa ini tidak hanya menjadi catatan tentang kerusakan infrastruktur, tetapi juga cerminan bahwa kepedulian dan keberanian, meski datang dari anak-anak, mampu menggerakkan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah.

Source link