Petrokimia Gresik: Pengamanan Pasokan Sulfur Melalui Geopolitik Timur Tengah

by -49 Views

Pada konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2026 di Bali, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan strategi perusahaan dalam mengamankan pasokan sulfur sebagai komoditas strategis bagi industri pupuk dan kimia nasional. Hal ini dilakukan sebagai langkah menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung kemandirian industri dalam negeri. Di tengah dinamika geopolitik di Timur Tengah, sekitar 75% kebutuhan sulfur Indonesia masih diimpor dari kawasan tersebut, yang menjadi perhatian penting dalam menghadapi gangguan jalur logistik global dan kenaikan harga sulfur dunia.
Indonesia merupakan salah satu pusat permintaan sulfur dunia dengan kebutuhan asam sulfat nasional mencapai sekitar 19 juta ton per tahun, terutama dari sektor pupuk dan industri hilirisasi mineral. Petrokimia Gresik memiliki peran penting sebagai bagian dari rantai pasok sulfur dan solusi untuk industri nasional, dengan fasilitas pengolahan sulfur menjadi asam sulfat yang terintegrasi dengan produksi pupuk dan produk kimia lainnya. Untuk memastikan pasokan bahan baku yang memadai, perusahaan telah melakukan strategi diversifikasi sumber pasokan sulfur, penguatan kontrak jangka panjang, serta optimalisasi kapasitas produksi domestik.
Dan memperhatikan kebijakan hilirisasi mineral dan ekspansi rantai pasok baterai nikel yang meningkatkan permintaan sulfur, Petrokimia Gresik terus fokus pada menjaga stabilitas pasokan dan produksi untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional. Melalui langkah-langkah strategis yang dilakukan, perusahaan berkomitmen untuk mendukung swasembada pangan nasional dengan memastikan keberlangsungan produksi pupuk dan produk kimia.

Source link