Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep memperingatkan pentingnya dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di ruang digital. Mereka mengakui bahwa dalam era informasi yang sangat cepat, kekosongan narasi keislaman moderat dapat membuka peluang bagi penyebaran paham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai NU. Pesan tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep, yang diadakan sebagai sarana konsolidasi bagi para kader dakwah untuk memperkuat peran mereka di tengah perubahan zaman.
Ketua PCNU Sumenep, melalui Sekretarisnya Damanhuri, menekankan bahwa acara seperti itu tidak hanya sekadar tradisi pascalebaran, tetapi juga menjadi bagian integral dari memelihara kohesi internal organisasi. Silaturrahim tidak hanya bersifat tradisional, tetapi juga merupakan tindakan sesuai dengan sunnah Nabi dan merupakan cara untuk memperkuat ukhuwah.
Penguatan ukhuwah menjadi dasar utama dalam mempertahankan konsistensi dakwah yang moderat dan menenangkan.ini sangat penting agar semua elemen tetap solid dalam mempertahankan misi Aswaja di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
PCNU merasa bahwa LDNU memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dakwah yang langsung berhubungan dengan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media digital. Karakteristik dakwah NU harus dipertahankan sebagai dakwah yang menekankan kesejukan dan persatuan.
Selain itu, PCNU mendorong LDNU untuk meningkatkan kapasitas para dai dalam memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai alat dakwah yang efektif. Dukungan terhadap peran LDNU akan terus diberikan oleh PCNU Sumenep, baik dari segi program maupun pengembangan organisasi, agar dakwah tetap relevan dan mampu menghadapi tantangan zaman. Artinya, keberadaan dakwah di ruang digital menjadi hal yang sangat penting dan tanpa keterlibatan aktif, ruang tersebut berpotensi diisi dengan konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Aswaja.





