Review Film ‘Semua Akan Baik-Baik Saja’ Drama Keluarga Emosional

by -34 Views

Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” karya sutradara Baim Wong segera tayang di bioskop pada 13 April 2026. Film ini menyoroti drama keluarga yang menyentuh hati penonton dengan cerita yang sangat membekas. Kisah yang mendekati kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mengajak penonton untuk merasakan konflik keluarga yang dipenuhi dengan emosi. Dipersembahkan oleh Tiger Wong Entertainment, film ini akan mulai diputar di bioskop pada tanggal yang telah disebutkan.

Cerita berpusat pada Langit, yang diperankan oleh Reza Rahadian, dengan karakter yang kompleks dan emosional. Langit telah lama menjauh dari keluarganya dan enggan pulang. Namun, kakaknya Tari, dimainkan oleh Happy Salma, berusaha keras untuk mendekatkan kembali Langit dengan keluarganya. Namun, pertemuan berikutnya mengubah segalanya menjadi tragedi tak terduga.

Kepulangan Langit menjelma menjadi momen kehilangan yang sangat menyakitkan ketika Tari meninggal karena serangan jantung mendadak. Peristiwa tragis itu mengguncang Langit secara emosional dan melahirkan kebutuhan akan kepemimpinan dalam keluarga. Langit sekarang harus memikul tanggung jawab besar dalam merawat keponakan-keponakannya, termasuk anak dengan down syndrome, dan belajar makna sejati dari kehadiran dan pengorbanan.

Kondisi keluarga semakin rumit dengan kehadiran mantan suami Tari, Ilham, yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana, menuntut sertifikat rumah dengan cara paksa. Tekanan tersebut semakin memperkeruh suasana keluarga yang sedang berduka. Namun, ibu mereka, yang diperankan oleh Christine Hakim, menjadi penyokong moral yang kokoh. Bersama dengan saudara-saudaranya, Bintang (Raihaanun) dan Banyu (Ari Irham), mereka bersatu untuk menghadapi ujian hidup yang menghampiri mereka.

Sebelum “Semua Akan Baik-Baik Saja”, Baim Wong telah sukses dengan film horor “Lembayung” pada 2024 yang berhasil menarik lebih dari satu juta penonton dan diakui sebagai blockbuster nasional. Kesuksesan itu berlanjut dengan kesuksesan film horor lainnya berjudul “Sukma” pada 2025, yang juga meraih angka penonton yang tinggi dan semakin meneguhkan posisi Baim Wong sebagai sutradara potensial di Indonesia.

Source link