Memasuki awal musim MotoGP 2026, performa tim pabrikan Ducati menjadi sorotan tajam karena dianggap mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menyikapi hal tersebut, mantan pembalap MotoGP Pol Espargaro memberikan pandangan objektifnya untuk meredam kekhawatiran publik. Berdasarkan data statistik di lapangan, dominasi Ducati yang telah bertahan selama empat tahun terakhir tampak mulai goyah. Dari tiga seri pembuka yang mencakup enam kali balapan, pabrikan asal Italia hanya mengamankan satu kemenangan yang dipersembahkan oleh Marc Marquez di Brasil. Posisi terbaik yang diraih oleh para penunggang Desmosedici hanya mencapai urutan keempat pada tiga balapan utama lainnya.
Pol Espargaro menyoroti isu bahwa media cenderung lebih membesar-besarkan kegagalan ketimbang kemenangan. Sementara itu, pesaing Ducati, Aprilia, tampil impresif dengan empat kemenangan di awal musim. Hal ini memicu spekulasi bahwa Ducati sedang menghadapi tantangan akibat perubahan peta persaingan yang semakin ketat. Faktor utama yang memengaruhi dinamika tersebut adalah penerapan aturan konsesi yang memberikan keuntungan teknis bagi tim lawan. Espargaro menjelaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari upaya untuk menyeimbangkan kompetisi antar pabrikan.
Ducati mengalami hambatan pengembangan selama beberapa tahun terakhir karena status mereka sebagai tim dominan tanpa konsesi. Hal ini menjadi tantangan bagi tim teknis Borgo Panigale untuk tetap kompetitif di tengah keterbatasan regulasi. Espargaro meyakini bahwa situasi saat ini bukan hanya karena musim ini saja, melainkan hasil dari empat tahun terakhir mereka tanpa konsesi. Menurutnya, penilaian terhadap performa Ducati akan dapat dilihat pada musim 2027 ketika semua tim memulai dari nol dengan keuntungan dan kerugian yang sama.





