MayDay 2026: Buruh Jatim Membutuhkan Kepastian Waktu

by -55 Views

Aksi Massa May Day 2026: Tuntutan dan Harapan Buruh Jawa Timur

Pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026, aksi massa di Jawa Timur menyuarakan tuntutan dan harapan penting dari ribuan pekerja yang hadir. Sejumlah janji kebijakan dari pemerintah provinsi mulai mengemuka, namun masih memerlukan kejelasan waktu dan implementasi yang nyata.

Komitmen Pemerintah dan Kalangan Buruh

Pemerintah provinsi bersama perwakilan serikat buruh menandatangani kesepakatan untuk membahas Peraturan Daerah (Perda) pesangon. Meskipun demikian, belum ada jadwal pasti mengenai pembahasan dan pengesahan regulasi tersebut, yang menjadi perhatian utama bagi para pekerja.

Selain itu, adanya rencana pemotongan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 20 persen turut menjadi sorotan. Meski dianggap sebagai langkah positif untuk meringankan beban biaya hidup, implementasi teknis dari kebijakan ini masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut.

Isu Pendidikan dan Perumahan Bagi Buruh

Kepala pemerintahan Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyoroti pentingnya mobilitas sosial melalui akses pendidikan tinggi bagi keluarga buruh. Ia juga menegaskan komitmen dalam memenuhi hak normatif pekerja, termasuk Tunjangan Hari Raya (THR).

Usulan penyediaan perumahan layak bagi buruh juga menjadi fokus utama dalam agenda peringatan May Day 2026. Meski telah disampaikan sejak tahun sebelumnya, pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat masih diperlukan untuk menemukan solusi konkrit atas persoalan ini.

Dengan rangkaian komitmen dan harapan yang disuarakan dalam momentum May Day, terlihat adanya upaya sinergi antara pemerintah dan serikat buruh. Meski demikian, kepastian waktu dan implementasi nyata dari sejumlah kebijakan tersebut menjadi kunci utama bagi terwujudnya kesejahteraan dan perlindungan hak pekerja di Jawa Timur.

Source link