Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap Tangani 84 Pasien HIV, Usia Produktif Mendominasi
Pada tahun 2026, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap telah menangani sebanyak 84 pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dari jumlah tersebut, 23 di antaranya dinyatakan positif HIV, sedangkan 19 pasien lain menjalani pengobatan dengan obat Antiretroviral. Selama tahun tersebut, RSUD Cilacap juga mencatat 6 pasien meninggal dunia, 17 pasien dirujuk masuk, dan 19 pasien dirujuk keluar karena berbagai alasan seperti pindah domisili.
Perhatian Khusus untuk Penderita HIV
Menurut Plt. Direktur RSUD Cilacap, dr. Reza Prima Muharama, kasus HIV/AIDS di Cilacap masih cukup tinggi dan cenderung didominasi oleh usia produktif, yakni antara 17 hingga 40 tahun. RSUD Cilacap memberikan perhatian khusus terhadap penderita HIV melalui layanan yang disediakan untuk mencegah penularan virus lebih lanjut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui klinik bernama Cahaya Pita yang telah berdiri sejak tahun 2008.
Faktor Penularan HIV/AIDS
Beberapa faktor yang disebutkan oleh dr. Reza terkait penularan HIV/AIDS adalah melalui hubungan seks bebas, ibu hamil yang terinfeksi virus HIV, dan berbagai cara penularan lainnya seperti melalui air ketuban, tali pusat, dan air ASI. Oleh karena itu, RSUD Cilacap terus berupaya menangani kasus HIV/AIDS secara holistik dengan pengobatan yang tepat.
RSUD Cilacap juga aktif dalam melakukan tracing kesehatan setiap tahun, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. Bahkan, sebelum melakukan operasi, setiap pasien yang akan dioperasi di RSUD Cilacap juga akan dicek terlebih dahulu kondisi HIV/AIDS-nya.
Dr. Reza menyatakan bahwa RSUD Cilacap beberapa kali menerima kunjungan studi banding dari rumah sakit lain karena dianggap berhasil dalam menangani pasien HIV/AIDS. Dengan pengobatan yang diberikan, diharapkan pasien HIV/AIDS memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama dan bahkan bisa memiliki keturunan tanpa menularkan virus kepada anak-anak mereka.





