Mahasiswa Ngawi Kritik Kebijakan Pemerintah
Pada Kamis (25/6/2026), Aliansi Mahasiswa Ngawi menyelenggarakan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Ngawi dan DPRD Ngawi. Mereka menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak tepat sasaran, amburadul, dan ngawur.
Salah satu koordinator aksi, Asep Samsul Riza, menyoroti program Makan Begrizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai memprihatinkan. Menurutnya, adanya korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi bukti bahwa program tersebut tidak berjalan dengan baik hingga ke daerah.
Tuntutan dan Aspirasi
Selain MBG dan KDMP, mahasiswa juga menginginkan evaluasi tata kelola KDPM, transparansi dalam proses pembangunan dan anggaran, serta menolak pelibatan tentara dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka menegaskan agar militerisme ditiadakan dan lahan sawah di Ngawi dipertahankan sebagai lumbung pangan nasional.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, langsung merespons tuntutan mahasiswa dengan berjanji akan menindaklanjuti. Begitu pula dengan Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, yang siap meneruskan aspirasi mahasiswa ke DPR RI.
Diharapkan tuntutan yang disampaikan mahasiswa dapat membawa perubahan positif dalam kebijakan pemerintah, menjaga kelestarian lahan pertanian serta menekan tingkat korupsi di berbagai sektor. Aksi ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat akan hak partisipasi dalam pembangunan negara.





