Kemitraan Kemnaker dan Sampoerna Optimalkan Hubungan Industrial Pancasila

by -51 Views

Sinergi Pilar Bangsa:

Kementerian Ketenagakerjaan dan PT HM Sampoerna Tbk. Memperkuat Kolaborasi dalam Praktik Baik Hubungan Industrial

Surabaya – Kementerian Ketenagakerjaan bersinergi dengan PT HM Sampoerna Tbk. untuk mewujudkan praktik baik Hubungan Industrial Pancasila melalui kegiatan Sinergi Pilar Bangsa. Acara ini bertempat di PT HM Sampoerna Tbk. Plant Rungkut 1, Surabaya, dan dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli serta ratusan peserta baik secara langsung maupun daring. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hubungan industrial serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui program upskilling dan reskilling.

Komitmen untuk Membangun Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkelanjutan

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, menegaskan bahwa kegiatan Sinergi Pilar Bangsa merupakan contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan serikat pekerja dalam membangun hubungan industrial yang kuat, sehat, dan berkelanjutan. Hubungan Industrial Pancasila dipandang sebagai sistem kerja yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945, di mana pekerja dan pengusaha adalah mitra strategis yang saling membutuhkan.

Menaker Yassierli juga mengapresiasi program peningkatan keterampilan yang dihadirkan oleh PT HM Sampoerna Tbk. bagi pekerja dan pencari kerja. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pelatihan vokasi dan persiapan tenaga kerja menghadapi perubahan dunia kerja. Dengan demikian, kolaborasi antara sektor pemerintah, industri, dan pekerja diharapkan dapat membentuk praktik hubungan industrial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Komitmennya dalam Membangun Hubungan Industrial yang Sehat

Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Rianto Probo Hartono, menekankan pentingnya membangun hubungan industrial berdasarkan nilai-nilai Pancasila guna menciptakan hubungan kerja yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan. Rianto menegaskan bahwa konsistensi nilai-nilai perusahaan merupakan landasan keberlanjutan usaha, yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis tetapi juga pada pelaksanaan nilai-nilai perusahaan sebagai bagian tak terpisahkan.

Hubungan industrial yang kuat dan berkelanjutan, menurut Rianto, tumbuh melalui kepercayaan, dialog, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui program pemberdayaan seperti Sampoerna Karya Bangsa juga menjadi fokus perusahaan demi menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berdaya saing.

Source link