BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Peserta Bangun Masa Depan
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mendorong makna perlindungan jaminan sosial melalui Value Beyond Protection. Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi BPJS untuk menghadirkan manfaat perlindungan yang semakin berdampak dan berkelanjutan. Saiful menegaskan, perlindungan harus terus hadir bahkan setelah manfaat dibayarkan.
Program PEKA untuk Pemberdayaan Ekonomi
Sebanyak 80 ahli waris peserta Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) mengikuti pelatihan usaha di Sidoarjo. Program Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan (PEKA) hadir untuk meningkatkan produktivitas ahli waris melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, hingga pemasaran. Tujuannya adalah agar ahli waris dapat membangun usaha yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BPJS Ketenagakerjaan menjalankan Program PEKA dengan konsep 3P, yaitu Pelatihan, Produktif, dan Profit. Peserta pelatihan dibekali keterampilan mengembangkan produk, memperkuat kemasan, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Meningkatnya Penyaluran Manfaat
Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur telah menyalurkan total manfaat sebesar Rp 3,8 triliun kepada 331.199 penerima manfaat hingga Juni 2026. Hal ini mencerminkan komitmen BPJS dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada peserta. Program pemberdayaan bagi ahli waris penerima manfaat JKM dan JKK merupakan upaya nyata dalam memastikan manfaat yang diterima dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Dengan adanya program pemberdayaan ekonomi seperti Program PEKA, diharapkan santunan yang diterima oleh ahli waris dapat menjadi investasi yang meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya secara berkelanjutan. BPJS Ketenagakerjaan terus berkomitmen untuk mendukung peserta agar dapat bangkit, mandiri, dan sejahtera dalam menghadapi risiko yang mungkin terjadi.





