Mahasiswa Universitas Airlangga Siap Eksplorasi Potensi Desa Banyuwangi
Pada Senin (13/7/2026), Universitas Airlangga (Unair) kembali meluncurkan Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) di Banyuwangi dengan mengirimkan 210 mahasiswa. Mereka dilepas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, untuk menjalankan program pengabdian di empat kecamatan di Banyuwangi.
Misi Pengabdian Mahasiswa Unair
Sebanyak 210 mahasiswa dari beragam fakultas Unair didampingi sebelas dosen pembimbing dan terbagi dalam 42 kelompok yang tersebar di 22 desa. Misi mereka adalah menjalankan program pengabdian selama 28 hari di Kecamatan Tegalsari, Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran dengan potensi wilayah yang beragam.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi, M Yanuar Bramuda, mengapresiasi kontribusi Unair dalam pembangunan daerah. Ia berharap mahasiswa dapat mengeksplorasi potensi daerah, mulai dari pondok pesantren, pertanian, perkebunan, hingga destinasi wisata, selama menjalani pengabdian.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi, Dr. Rahadian Indarto Susilo, menekankan pentingnya interaksi langsung mahasiswa dengan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar latihan, melainkan solusi konkret untuk persoalan masyarakat.
Mahasiswa diingatkan untuk menjaga etika dalam berinteraksi dengan masyarakat Banyuwangi yang memiliki tingkat literasi digital yang tinggi. Hal ini juga termasuk dalam penggunaan media sosial secara bijak selama menjalani program KKN di daerah tersebut.
Universitas Airlangga telah lama menjalin kemitraan dengan Pemkab Banyuwangi dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan Rumah Sakit Blambangan dan Genteng sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa kesehatan. Dengan berbagai upaya kolaborasi ini, diharapkan mahasiswa Unair dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.





