Bupati Haris Dilantik di Panggung Alam Bromo: Sejarah Dewan Kebudayaan Probolinggo

by -65 Views

Pelantikan Dewan Kebudayaan Probolinggo di Gunung Bromo

Bupati Probolinggo, Gus Haris, baru-baru ini melantik Pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo masa bakti 2025–2030 di kawasan wisata Gunung Bromo. Pelantikan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Seruni Point, menambah sejarah baru bagi pengembangan sektor kebudayaan di daerah tersebut.

Pengukuhan di Suasana Penuh Kesakralan

Prosesi pelantikan Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo menghadirkan latar belakang panorama pegunungan Gunung Bromo yang memukau. Dengan langit senja yang mempesona dan keindahan alam Bromo, acara ini memberikan suasana sakral dan menggarisbawahi pentingnya hubungan antara pelestarian budaya dan kekayaan alam daerah Probolinggo.

Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo, Gus dr M. Haris, yang menyerahkan pimpinan Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo untuk lima tahun ke depan kepada Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Para pengurus menyatakan ikrar sebagai komitmen untuk menjaga, mengembangkan, dan memajukan nilai-nilai budaya daerah di tengah arus modernisasi.

Komitmen untuk Pelestarian Kebudayaan

Bupati Haris menekankan bahwa Dewan Kebudayaan memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan. Budaya merupakan identitas daerah yang harus tetap dijaga agar tetap bertahan di era perkembangan zaman.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Mahdi, menyatakan bahwa kepengurusan periode 2025–2030 akan memprioritaskan penguatan ekosistem kebudayaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Mereka juga akan membuka ruang lebih luas bagi para seniman dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke tingkat nasional dan internasional.

Pelantikan ini di Gunung Bromo dengan latar belakang alam yang sangat memukau tidak hanya menjadi atraksi visual, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa alam dan budaya harus dijaga bersama. Diharapkan, momentum bersejarah ini akan memperkuat eksistensi kebudayaan Kabupaten Probolinggo dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat lintas generasi.

Source link