Bupati Lamongan Meninjau Kondisi Waduk Gondang
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi baru-baru ini meninjau kondisi Waduk Gondang untuk mendukung pemaksimalan volume irigasi pertanian. Bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemerintah Kabupaten Lamongan akan segera memulai pengerukan sedimentasi dengan metode dredging pada bulan Agustus mendatang.
Volume Air Waduk Gondang Turun
Bupati Yuhronur Efendi mengungkapkan bahwa volume awal Waduk Gondang adalah 25 juta meter kubik, namun saat ini telah turun menjadi 19,7 juta meter kubik. Hal ini berdampak besar pada pemaksimalan irigasi pertanian di lima kecamatan yaitu Sugio, Sukodadi, Turi, Kembangbahu, dan Lamongan yang mencakup 10,588 ribu hektar areal sawah.
Melihat pentingnya Waduk Gondang dalam irigasi pertanian, Bupati Lamongan menegaskan bahwa pengerukan sedimentasi perlu segera dilakukan untuk mengembalikan kapasitas waduk tersebut.
Pengerukan Metode Dredging Pertama Kali Dilakukan
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi menjelaskan bahwa pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang merupakan agenda pemeliharaan rutin. Namun, penggunaan metode dredging baru pertama kali akan dilaksanakan pada pengerukan selanjutnya.
Petani sekitar Waduk Gondang, melalui Ketua HIPPA D.I. Waduk Gondang, Ramijo menyambut baik langkah pengerukan sedimentasi ini. Mereka berharap bahwa dengan peningkatan volume air di waduk, pasokan air untuk pertanian akan lebih lancar dan keberhasilan musim tanam petani akan terjaga.





