Mulai Pembangunan FPSO Kutei North Hub: Gerbang Ekonomi Karimun

by -82 Views

Pembangunan FPSO Kutei North Hub: Menyongsong Era Baru Pembangunan Karimun

Pembangunan Floating Production, Storage, and Offloading (FPSO) Kutei North Hub di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, telah diresmikan pada Kamis (23/7/2026) dengan meresmikan pemotongan baja pertama dan peletakan lunas lambung vessel terapung Bahtera Haluan Lestari di PT Saipem Indonesia.

Investasi Miliaran Dolar untuk Mendorong Perekonomian

Proyek mega FPSO Kutei North Hub ini melibatkan perusahaan seperti PT Searah (patungan Eni dan PETRONAS), PT Saipem, dan PT Tripatra dengan nilai investasi mencapai USD 11,8 miliar, di mana FPSO Bahtera Haluan Lestari sendiri menelan investasi sebesar USD 2,9 miliar. Hal ini dipastikan akan memacu roda perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Karimun.

Peluang Besar untuk Tenaga Kerja Lokal

Masuknya proyek sebesar ini juga memberikan peluang besar bagi kesejahteraan masyarakat setempat dengan perkiraan kebutuhan tenaga kerja mencapai 8.000 orang. Bupati Karimun menegaskan bahwa proyek ini harus menjadi kesempatan nyata bagi masyarakat setempat, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal.

PT Saipem telah memprioritaskan sekitar 68 hingga 75 persen tenaga kerja dari masyarakat setempat, dengan persyaratan skill, kompetensi, dan sertifikasi yang harus dipenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan ini, program pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) telah disusun untuk mempersiapkan lulusan SMA dan SMK setempat.

Infrastruktur FPSO ini direncanakan untuk beroperasi di perairan laut dalam Selat Makassar dengan target mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun 2028. Dengan kapasitas produksi gas mencapai 1.000 MMSCFD dan kondensat sebesar 80.000 BCPD, fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional.

Peresmian pemotongan baja pertama turut dihadiri oleh pejabat tinggi seperti Kepala SKK Migas dan Dirjen Migas Kementerian ESDM yang secara langsung memantau pelaksanaan proyek. Kehadiran mereka juga menandakan komitmen pemerintah dalam mendukung proyek-proyek vital bagi perekonomian nasional.

Source link