DPRD Pangandaran Mendorong 3% APBD untuk Penanganan Darurat Sampah Wisata

by -94 Views

Rencana Strategis Pengelolaan Sampah di Pangandaran

Permasalahan sampah di destinasi pariwisata selalu menjadi sorotan penting yang membutuhkan penanganan serius. Tak terkecuali di Pangandaran, di mana Ketua DPRD setempat, Asep Noordin, menggalakkan rencana induk pengelolaan sampah (RIPS) dan pengadaan kapal pembersih laut. Asep menekankan urgensi penanganan sampah sebagai langkah krusial dalam menjaga kebersihan laut dan mendukung industri pariwisata.

Solusi Inovatif Berbasis Masyarakat

Asep memandang bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi dapat menjadi peluang ekonomi baru yang berkelanjutan, seperti yang telah berhasil di Banyumas. Melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), sampah dapat diubah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif bagi industri. Selain itu, alokasi anggaran khusus sebesar 3 persen dari APBD untuk pengelolaan sampah juga menjadi fokus implementasi dari setiap daerah sesuai kebijakan pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun mendapat tekanan untuk memperkuat infrastruktur serta penanganan sampah secara menyeluruh. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh tahapan pengelolaan sampah. Tidak hanya itu, peran serta pelaku jasa wisata air juga diharapkan untuk turut serta menjaga kebersihan laut dan pantai Pangandaran.

Perencanaan TPA dan Pemeliharaan Kebersihan Pantai

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah, Kabupaten Pangandaran telah merencanakan tiga lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di beberapa wilayahnya. Asep menegaskan pentingnya TPA sebagai pusat pengolahan sampah yang harus mematuhi standar tertentu, terutama dalam penanganan sampah medis. Selain itu, untuk menjaga kebersihan pantai, DPRD mendorong penggunaan Beach Clean Machine sehingga proses pembersihan pasir pantai dapat berjalan lebih efektif.

Dengan upaya konkret oleh pemerintah daerah, DPRD, dan berbagai pihak terkait, diharapkan masalah sampah yang melanda Pangandaran dapat diatasi secara efisien. Selain menjaga kelestarian alam, langkah-langkah ini juga akan mendukung perkembangan sektor pariwisata di Pangandaran dengan lebih baik.

Source link