Tugu Hotels & Restaurants Hadirkan Rasa Nusantara Lewat Sajian di Atas Rakit Bambu
Sebuah perjalanan kuliner Nusantara yang panjang dan penuh sejarah kini dihadirkan kembali oleh Tugu Hotels & Restaurants melalui tema “Nenek Moyangku Seorang Pelaut”. Dalam sajian ini, potongan bambu dirangkai menjadi rakit yang memuat beragam hidangan lezat.
Sarana Sederhana yang Sarat Makna
Bambu sebagai bahan utama dalam pembuatan rakit menjadi simbol perjalanan laut yang telah berlangsung selama berabad-abad di Indonesia. Rakit bambu digunakan untuk mengangkut berbagai hasil bumi, rempah-rempah, ikan, dan barang dagangan lainnya antar pulau-pulau di Nusantara.
Di atas rakit bambu karya Tugu Hotels & Restaurants, kita dapat menemukan mangkuk-mangkuk kayu berisi hidangan khas Nusantara lengkap dengan bendera Merah Putih berkibar di salah satu sisi rakit. Penyajian ini bukan hanya sekadar dekorasi, tetapi juga simbol perdagangan dan persatuan antar-pulau di Indonesia.
Nikmatnya Keberagaman Kuliner Nusantara
Salah satu hidangan yang disajikan adalah Nasi Kecombrang yang disajikan dalam wadah bambu memanjang layaknya perahu kecil pengangkut hasil bumi. Nasi yang mengilap dengan taburan bunga kecombrang cincang dan daun kemangi segar di atasnya mengundang selera.
Selain Nasi Kecombrang, masih banyak hidangan-hidangan lezat lainnya yang disajikan di atas rakit bambu dengan sentuhan cita rasa khas tiap daerah di Indonesia. Inilah cara Tugu Hotels & Restaurants menghadirkan keberagaman kuliner Nusantara yang kaya akan sejarah dan tradisi.
Sumber: Sindonews





