Kerugian Kebakaran Blora: Hanya Tercatat Rp 6,37 Miliar

by -83 Views

Tercatat Setidaknya Rp 6,37 Miliar Kerugian Akibat Kebakaran di Blora

Peristiwa kebakaran di permukiman Kabupaten Blora, Jawa Tengah, selama Januari hingga Juni 2026 telah menjadi masalah serius dengan kerugian material yang mencapai angka yang cukup tinggi. Meskipun data kerugiannya mencapai Rp 6,37 miliar, namun sejumlah kejadian kebakaran lainnya belum termasuk dalam perhitungan tersebut.

Kemunculan Kebakaran di Permukiman

Selama enam bulan pertama tahun 2026, terdapat 43 kejadian kebakaran di kawasan permukiman Blora. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 kejadian terjadi pada rumah tinggal warga. Sementara itu, kebakaran juga melanda bangunan usaha dan fasilitas lainnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, Pujo Catur Susanto mengungkapkan bahwa proses pencatatan kerugian sebesar Rp 6,37 miliar merupakan hasil akumulasi dari laporan yang sudah tersedia. Namun, masih ada beberapa kejadian kebakaran lainnya yang belum memiliki data taksiran kerugian sehingga belum dimasukkan dalam total keseluruhan.

Penyebab Kebakaran Terbanyak

Menurut Pujo, korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran yang paling umum terjadi. Selain itu, kebakaran sering dimulai dari bagian belakang bangunan, terutama di sekitar dapur atau kandang. Hal ini menjadikan kebakaran di Blora cenderung berasal dari area-area tersebut.

Nilai kerugian sebesar Rp 6,37 miliar hanya mencakup sebagian kejadian kebakaran dengan kerugian besar seperti kebakaran ruko di Kecamatan Ngawen dan kebakaran pabrik briket di Kecamatan Kunduran. Masih ada sejumlah kasus lain yang belum terakumulasi secara lengkap.

Dengan demikian, meskipun angka tersebut mencerminkan sebagian kerugian akibat kebakaran di Blora, namun belum menggambarkan total kerugian sebenarnya selama periode Januari hingga Juni 2026. Masih diperlukan upaya untuk meminimalisir kejadian kebakaran di masa mendatang demi keamanan dan kesejahteraan semua pihak.

Source link