Carlos Ghosn, mantan CEO Nissan, Renault, dan aliansi mereka, terus menimbulkan kontroversi dengan pernyataan dan kritik pedasnya terhadap Nissan. Dalam sebuah wawancara terbaru dengan BFM TV, Ghosn memprediksi kemunduran Nissan dan mengklaim bahwa masalah perusahaan tersebut terutama disebabkan oleh manajemennya. Meskipun anggota aliansi dengan Renault, hubungan kemitraan antara kedua perusahaan telah melemah, dengan Renault memperoleh mayoritas saham di Nissan India. Ghosn juga menyoroti gagalnya rencana merger antara Nissan dan Honda, dengan Honda ingin menjadikan Nissan sebagai anak perusahaan daripada merger usaha yang setara. Meskipun dihadapi dengan tuduhan serius atas penyalahgunaan aset perusahaan, Ghosn terus mempertahankan pandangannya tentang Nissan yang sedang berada dalam tekanan besar dan dalam keadaan lesu. Sebagai seorang yang kontroversial, Ghosn tetap menjadi pembicaraan publik dalam industri otomotif.
Mengapa Nissan Berada di ‘Masa-masa Terakhirnya’: Analisis SEO





