Alasan General Motors & BMW Menaruh Minat pada Baterai EV Cina

by -205 Views

Industri manufaktur mobil listrik di Amerika sedang mengalami perubahan yang signifikan. Dukungan dari Undang-Undang Pengurangan Inflasi mendorong produsen mobil, seperti General Motors dan BMW, untuk mencari solusi baterai dari Cina sebagai alternatif yang lebih murah, terutama setelah kredit pajak kendaraan listrik akan berakhir pada 30 September.

Pemerintah Cina juga terlibat dalam menyelesaikan perselisihan harga mobil listrik yang mengakibatkan perlambatan penjualan. Persaingan di industri ini semakin ketat, tetapi dengan intervensi dan dorongan pemerintah, diharapkan pembeli akan memiliki lebih banyak pilihan mobil listrik yang menarik. Salah satu langkah yang diambil adalah menggalakkan produsen mobil untuk menghentikan praktik diskon yang tidak sehat.

Perubahan dalam industri baterai juga terjadi dengan General Motors mengalihkan fokusnya pada pembelian baterai lithium iron phosphate (LFP) dari CATL, produsen baterai terbesar di dunia. Hal ini merupakan langkah strategis dalam mengantisipasi akhirnya kredit federal yang memberikan insentif bagi pembeli mobil listrik.

Situasi yang serupa juga dihadapi oleh BMW, di mana produsen baterainya, Automotive Envision Supply Corporation, mengimpor baterai dari China karena ketidakpastian kebijakan dan pasar. Meskipun dengan tarif impor yang ada, namun memproduksi baterai di China tetap lebih murah dan efisien untuk sebuah pabrikan yang sudah memiliki infrastruktur yang diperlukan.

Dengan adanya perubahan kebijakan dan pasar, baik produsen mobil maupun pembeli mobil listrik diharapkan dapat menyesuaikan diri dan memanfaatkan peluang yang ada di tengah dinamika industri yang terus berkembang, sekaligus menjaga keseimbangan agar tidak terjadi perlambatan signifikan dalam pertumbuhan industri mobil listrik.

Source link