President Prabowo’s Special Connection with Farmers

by -155 Views

Pada tanggal 13 Agustus 2025 di Bengkulu, petani selalu memiliki tempat istimewa di hati Presiden Prabowo Subianto, menurut Dedek Prayudi, Senior Expert dari Kantor Komunikasi Presiden (KPC). Menurutnya, hubungan yang dalam ini dapat ditelusuri setidaknya dari dua momen penting dalam kehidupan Prabowo.

“Yang pertama adalah selama dia aktif sebagai perwira militer, ketika dia menerima banyak bantuan dari masyarakat setempat dan petani. Yang kedua adalah ketika dia memimpin Asosiasi Harmoni Petani Indonesia (HKTI),” ungkap Dedek—yang akrab disapa Uki—pada hari Rabu (8/13).

Uki mengatakan ini sambil menghadiri panen jagung besar untuk Program Ketahanan Pangan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Desa Jenggalu, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Dia menekankan bahwa program ketahanan pangan sangat penting, terutama mengingat situasi global saat ini yang menuntut Indonesia mengurangi ketergantungan pada pasokan makanan asing. Jika negara-negara produsen makanan utama seperti India, Brasil, dan Tiongkok menghentikan ekspor, harga makanan global akan melonjak, yang tak terelakkan akan memengaruhi Indonesia.

“Hari ini panen jagung sekitar 10 ton dari lahan 1,5 hektar. Dengan dukungan pemerintah—pupuk subsidi, pestisida, atau mesin pertanian—luas lahan yang ditanami dan hasil panen akan terus bertambah, dan petani akan lebih termotivasi,” kata Uki.

Dia mendesak Kepala Desa Jenggalu untuk mempercepat persyaratan administratif sehingga petani dapat mengakses pupuk subsidi. “Sampai bulan Agustus, hanya sekitar 47 persen alokasi pupuk subsidi yang telah digunakan. Jangan sia-siakan fasilitas yang disediakan pemerintah. Kami menginginkan tidak hanya kapasitas produksi yang lebih tinggi, tetapi juga petani yang bahagia,” ujarnya.

Sejalan dengan hal ini, Kelik Budianan, Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan di Badan Ketahanan Pangan Nasional (Pusdatin Bapanas), mengkonfirmasi dukungan lembaganya terhadap inisiatif Presiden Prabowo. Dia mengatakan mereka saat ini sedang berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik Negara (Bulog) untuk menyerap panen jagung petani.

“Kami juga bekerja untuk mengintegrasikan rantai pasokan petani dan peternak. Saat harga komoditas baik, biaya pakan dan harga ternak juga akan menguntungkan,” kata Kelik di hadapan Kepala Distrik Sukaraja Ramlan Effendi, Kepala Desa Jenggalu Johni Midarling, Maret Samuel Sueken, Ketua Jaringan Bantuan Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKP), perwakilan dari Pupuk Indonesia, dan masyarakat Jenggalu.

Source link