Porsche memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pembuatan baterai kendaraan listrik berkinerja tinggi sendiri karena permintaan yang lebih lambat dari yang diperkirakan dan kondisi sulit di pasaran Amerika Serikat dan Cina. Pada Senin, perusahaan mengumumkan bahwa divisi baterai mereka, Cellforce, akan mengurangi operasionalnya dan beralih ke penelitian dan pengembangan sel. Produksi baterai memerlukan investasi awal yang besar dan skala produksi yang sulit dicapai. Dalam sebuah pernyataan, Oliver Blume, CEO Porsche, menjelaskan bahwa karena alasan volume dan kurangnya skala ekonomi, Porsche tidak lagi melanjutkan rencana produksi sel baterai sendiri.
Meskipun penjualan mobil listrik Porsche terus meningkat, terjadi penurunan permintaan EV di AS dan berbagai perubahan kebijakan yang mempengaruhi pasar. Hal ini mengakibatkan Porsche dan perusahaan lain dalam industri kendaraan listrik harus menyesuaikan strategi bisnis mereka. Meskipun Cellforce telah mengembangkan sel dan memulai produksi percontohan, Porsche sekarang akan mengalihkan upaya R&D ke perusahaan baterai yang lebih besar, V4Smart, yang telah diakuisisi oleh Porsche. Dampak dari pembatalan produksi baterai in-house juga berdampak pada staf, dimana sebagian besar pekerja Cellforce diperkirakan akan dipecat.
Di tengah kondisi yang rumit di pasar baterai, Porsche harus mencari solusi untuk menghadapi perubahan yang terjadi. Bersama dengan berbagai pemain besar dalam industri pembuatan baterai EV, Porsche harus menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap kompetitif. Dengan adanya perubahan ini, pasar baterai EV global akan terus berubah dan berkembang dengan pemain besar seperti CATL, BYD, dan LG Energy Solution yang memimpin pertumbuhan industri ini. Selain itu, rencana baterai Volkswagen Group juga berjalan lancar dengan investasi besar dalam baterai solid-state generasi berikutnya dan pembangunan pabrik baterai di berbagai negara.





