Puluhan Warga Ujungalang Unjuk Rasa di Kantor BPN Cilacap, Ini Tuntutannya
Kasus sengketa lahan di wilayah perbatasan Nusakambangan, Desa Ujungalang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memunculkan unjuk rasa puluhan warga di Kantor Pertanahan (BPN) Cilacap. Pemicunya adalah pematokan tanah sepihak tanpa musyawarah dengan pihak Lapas Nusakambangan, yang menimbulkan ketidakpuasan warga yang telah menggarap lahan tersebut selama puluhan tahun.
Dalam aksi protes ini, warga membawa poster penolakan program food estate dan meminta agar sengketa lahan diselesaikan dengan baik. Koordinator aksi, Wandi Nasution, menyatakan harapan warga agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti permasalahan ini tanpa mengorbankan warga yang telah lama berada di wilayah tersebut.
Proses pengusiran yang dilakukan oleh Lapas Nusakambangan menjadi titik tolak aksi ini. Warga menegaskan tidak akan meninggalkan tanah dan rumah mereka, yang telah mereka kelola secara turun temurun. Dukungan dari organisasi seperti LBH Yogyakarta juga hadir untuk membantu warga dalam menghadapi masalah ini.
Kepala BPN Cilacap, Andri Kristanto, menanggapi aksi tersebut dengan berjanji akan mengirimkan surat ke Kementerian ATR/BPN untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi. Upaya penyelesaian akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kabag Pemerintahan dan Kesbangpol, serta Sekda.
Dengan adanya aksi unjuk rasa ini, diharapkan persoalan sengketa lahan di perbatasan Nusakambangan dapat segera diselesaikan dengan baik tanpa merugikan warga yang telah lama menggarap lahan tersebut. Tindakan koordinatif antara pihak terkait diharapkan mampu menghasilkan solusi yang saling menguntungkan bagi semua pihak terkait.





