Transplantasi ginjal menjadi pilihan baru bagi pasien gagal ginjal yang biasanya harus menjalani cuci darah untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Prosedur cuci darah bertujuan untuk menyaring darah dari sisa metabolisme, racun, dan kelebihan cairan dengan mesin khusus. Namun, transplantasi ginjal dianggap sebagai harapan baru bagi pasien karena dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan memungkinkan mereka untuk kembali beraktivitas normal.
Menurut dr. Renan Sukmawan, Direktur Pelayanan Medis RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, pasien yang menjalani cuci darah memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi setelah lima tahun. Oleh karena itu, transplantasi ginjal diyakini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan tidak memerlukan lagi sesi cuci darah. Pasien akan kembali sehat dengan metabolisme yang meningkat setelah prosedur transplantasi.
Dengan transplantasi ginjal, pasien tidak perlu lagi menjalani cuci darah secara rutin. Meskipun masih memerlukan obat untuk pemeliharaan, pasien dapat kembali ke kehidupan sehari-hari seperti saat mereka sehat sebelumnya. Kualitas hidup pasien dapat membaik, metabolisme berjalan lancar, tekanan darah terkontrol, dan yang terpenting, umur pasien bisa lebih panjang.





