Porsche mengalami penurunan penjualan yang signifikan di pasar Tiongkok, dengan angka penurunan mencapai 28 persen pada tahun 2024. Meskipun demikian, perusahaan berencana untuk “Memenangkan Kembali Cina” dengan strategi yang realistis mengingat persaingan yang ketat. CEO Porsche Cina, Alexander Pollich, mengakui bahwa persaingan di Tiongkok sangat sengit dan laju inovasi yang cepat menjadi tantangan tersendiri. Penurunan penjualan tidak hanya disebabkan oleh adanya mobil listrik dengan harga lebih murah, namun juga karena perubahan ambang batas pajak barang mewah yang lebih rendah di negara tersebut.
Porsche telah mengurangi jumlah gerai penjualan mereka sebagai tanggapan terhadap penurunan penjualan, namun masih tetap merencanakan peluncuran berbagai model baru, baik bertenaga listrik maupun mesin pembakaran. Model Cayenne Electric dan 718 EV dijadwalkan akan diluncurkan di pasar Tiongkok. Meskipun demikian, Porsche tidak sedang merencanakan untuk merilis merek kedua dan tidak mempertimbangkan perakitan lokal di negara tersebut.
Sementara Porsche dan kompetitornya sedang menghadapi tantangan di pasar Tiongkok, minat baru pada kendaraan bermesin pembakaran dapat membantu meningkatkan penjualan di masa depan. Persaingan yang ketat di pasar mobil Tiongkok telah membentuk kondisi yang sulit bagi produsen mobil mewah seperti Porsche, namun upaya perusahaan untuk beradaptasi dengan pasar yang sedang berubah dapat menjadi kunci kesuksesan di masa depan.





