Banjir Bandang Kalsel: Dampak Korban Jiwa dan Status Siaga Dini

by -54 Views

Banjir bandang terjadi akibat curah hujan ekstrem melanda enam kabupaten di Kalimantan Selatan, memaksa ribuan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Provinsi Kalsel segera mengaktifkan status siaga bencana yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menghadapi bencana ini. Langkah ini dianggap efektif dalam mengurangi korban jiwa dan dampak sosial yang lebih luas akibat bencana tersebut. Curah hujan ekstrem mengakibatkan debit air meluap dan genangan air setinggi atap rumah di beberapa titik. Kabupaten Tabalong, Balangan, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Laut menjadi kabupaten yang terdampak parah oleh banjir bandang. Bencana ini merupakan salah satu bencana hidrometeorologi terbesar yang terjadi di Kalimantan Selatan pada akhir tahun 2025.

Di Kabupaten Balangan, BPBD mencatat bahwa 1.466 rumah terendam dan 1.615 kepala keluarga terdampak langsung oleh banjir bandang. Evakuasi warga yang terdampak dilakukan secara besar-besaran ke posko-posko pengungsian yang telah disiapkan. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menjelaskan bahwa respons cepat terhadap bencana ini merupakan hasil dari kesiapsiagaan dini yang telah disiapkan pemerintah daerah sejak bulan November.

Source link