Belasan rumah hunian sementara (huntara) untuk korban tanah longsor di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang sedang dalam tahap pembangunan akan segera dihuni. Informasi ini disampaikan oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang menegaskan bahwa terdapat 17 huntara yang diprioritaskan untuk keluarga yang kehilangan rumah akibat bencana tersebut. Dalam upaya percepatan pemanfaatan huntara, pihak pemerintah Kabupaten Cilacap telah mengusulkan 56 unit huntara dan satu unit rumah ibadah untuk para korban.
Bupati Syamsul menjelaskan bahwa target pembangunan satu rumah adalah dua minggu, dengan harapan agar huntara ini dapat segera dihuni. Selain mempersiapkan bangunan untuk tempat tinggal, Pemkab Cilacap juga telah menyiapkan peralatan rumah tangga seperti kasur, kompor, kipas angin, dan kebutuhan lainnya. Bantuan yang berupa uang tunai telah dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban, termasuk dari Korpri Kabupaten dan bantuan dari daerah tetangga.
Dalam penutup, Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya telah menugaskan Kepala BPBD untuk memastikan kelengkapan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Diharapkan, 17 rumah huntara prioritaskan dapat selesai lebih dulu, disusul dengan penyelesaian rumah huntara lainnya pada bulan Februari. Langkah ini diambil untuk memastikan para korban tidak terlalu lama tinggal di pengungsian. Keseluruhan upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung pemulihan dan pemulangan korban bencana dengan cepat dan efektif.





