PDI Perjuangan Cilacap Peringati 30 Tahun Kudatuli dengan Puisi dan Tabur Bunga
Pengurus DPC PDI Perjuangan Cilacap menggelar acara peringatan 30 tahun Kudatuli dengan penuh haru. Musikalisasi puisi dan aksi tabur bunga menjadi bagian dari acara yang berlangsung di kantor DPC PDI Perjuangan Cilacap pada malam hari.
Mengenang Sejarah Perjuangan Demokrasi
Peringatan ini merupakan momentum penting untuk mengingat kembali sejarah perjuangan demokrasi di Indonesia. Ketua PDIP Cilacap, Anggit Adi Juwita, menegaskan komitmen partainya dalam merawat kebebasan berpendapat.
“Hari ini kita mengenang kembali peristiwa Kudatuli dan bukan sedang merawat luka, itu tidak. Jadi ini sebagai pengingat bahwa 30 tahun sudah bangsa Indonesia dengan peristiwa Kudatuli ini, kemudian suara masyarakat bisa digunakan sesuai hati nuraninya hingga saat ini,” ujar Anggit.
Perjuangan Megawati Soekarnoputri
Anggit juga menyoroti peran Megawati Soekarnoputri dalam melahirkan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, perjuangan Megawati telah membawa masyarakat Indonesia pada kebebasan bersuara dan hak pilih yang utuh.
“Demokrasi ini tidak lepas perjuangan yang dilakukan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri sehingga masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya, tanpa ada rasa takut dan intimidasi,” ungkap Anggit.
Menjaga Nilai-Nilai Reformasi
Melalui peringatan Kudatuli ini, diharapkan nilai-nilai perjuangan reformasi tetap terjaga dan diteruskan oleh generasi selanjutnya. Anggit menekankan pentingnya kader PDI Perjuangan Cilacap untuk memelihara hasil perjuangan Megawati dan meneruskannya demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
“Nilai-nilai perjuangan reformasi, kita jaga bersama dengan baik dan kita lanjutkan agar tidak mengalami kemunduran,” pungkasnya.





